Thursday, February 27, 2020

Jenis-Jenis Pendidikan

Jenis-Jenis Pendidikan
Pengertian pendidikan dan jenis-jenisnya
Mengacu pada pengertian pendidikan di atas, terdapat tiga jenis pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Informal.

1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan memiliki jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan atas (SMA), dan pendidikan tinggi (Universitas).
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal:
  • Taman Kanak-kanak (TK)
  • Raudatul Athfal (RA)
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  • Perguruan Tinggi
  • Akademi
  • Politeknik
  • Sekolah Tinggi
  • Institut
  • Universitas

2. Pendidikan Non Formal

Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang bisa dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur. Jenis pendidikan ini bisa disetarakan dengan hasil program pendidikan formal melalui proses penilaian dari pihak yang berwenang.
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan non formal:
  • Kelompok bermain (KB)
  • Taman penitipan anak (TPA)
  • Lembaga kursus
  • Sanggar
  • Lembaga pelatihan
  • Kelompok belajar
  • Pusat kegiatan belajar masyarakat
  • Majelis taklim

3. Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang berasal dari keluarga dan lingkungan dimana peserta didiknya dapat belajar secara mandiri.
Beberapa yang termasuk di dalam pendidikan informal adalah;
  • Agama
  • Budi pekerti
  • Etika
  • Sopan santun
  • Moral
  • Sosialisasi

Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan
Secara umum, fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian, agar peserta didik menjadi pribadi yang bermartabat.
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan dan kaitannya dengan fungsi pendidikan adalah sebagai berikut:
  • Mempersiapkan setiap anggota masyarakat agar dapat mencari nafkah sendiri.
  • Membangun mengembangkan minat dan bakat seseorang demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat umum.
  • Membantu melestarikan kebudayaan yang ada di masyarakat.
  • Menanamkan keterampilan yang dibutuhkan dalam keikutsertaan dalam demokrasi.
Sedangkan menurut David Popenoe, fungsi pendidikan adalah:
  • Untuk mentransfer atau pemindahan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  • Memilih dan mendidik manusia tentang peranan sosial.
  • Memastikan terjadinya integrasi sosial di masyarakat.
  • Lembaga pendidikan mengajarkan corak kepribadian.
  • Menjadi sumber-sumber inovasi sosial di masyarakat.

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan
Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi di dalam diri para peserta didik. Dengan pertumbuhan kecerdasan dan potensi diri maka setiap anak bisa memiliki ilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri, dan menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab.
Tujuan pendidikan juga disebutkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia, diantaranya:

1. UU No. 2 Tahun 1985

Tujuan pendidikan menurut UU No. 2 Tahun 1985 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggungjawab terhadap bangsa.

2. UU. No. 20 Tahun 2003

Menurut UU. No.20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3. MPRS No. 2 Tahun 1960



Menurut MPRS No. 2 Tahun 1960, tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berjiwa Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti pendidikan, kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Ki Hajar Dewantara

Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

2. Martinus Jan Langeveld

Menurut Martinus Jan Langeveld, pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.

3. Ahmad D. Marimba

Menurut Ahmad D. Marimba, pengertian pendidikan adalah adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.

4. Stella Van Petten Henderson

Menurut Stella Van Petten Henderson, arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.

5. Carter V. Good

Menurut Carter V. Good, pengertian pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

6. Undang-Undang Republik Indonesia

Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pengertian Pendidikan

pengertian pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian.
Ada juga yang mengatakan definisi pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
Dalam bahasa Inggris, kata pendidikan disebut dengan Education dimana secara etimologis kata tersebut berasal dari bahasa Latin, yaitu Eductum. Kata Eductumterdiri dari dua kata, yaitu E yang artinya perkembangan dari dalam keluar, dan Duco yang artinya sedang berkembang. Sehingga secara etimologis arti pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.
Jadi, secara singkat pengertian pendidikan adalah suatu proses pembelajaran kepada peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi seorang manusia yang kritis dalam berpikir.

Wednesday, February 26, 2020

Fungsi Manajemen Bagi Masyarakat
Selain berbagai definisi tentang pengertian manajemen ternyata manajemen juga memiliki banyak fungsi bagi masyarakat. Tak hanya untuk kalangan bisnis saja tetapi sistem manajemen juga sangat berguna bagi masyarakat umum yang ingin memanfaatkan berbagai fungsi dari sistem manajemen yang ada. Terdapat lim fungsi utama manajemen dalam setiap kegiatan masyarakat. Berikut fungsi manajemen dalam setiap kegiatan masyarakat:
  1. Perencanaan
Ini adalah fungsi utama dari sebuah manajemen. Manajemen akan berfungsi sebagai salah satu pengelola perencanaan yang baik. Manajemen adalah sebuah sistem yang mana setiap hal akan melalui rangkaian-rangkaian tertentu yang nantinya bisa membawa dampak baik dan tercapainya tujuan. Hal ini pula yang ada pada fungsi manajemen. Manajemen memiliki salah satu fungsi perencanaan yang sangat baik sebab perencanaan yang baik pasti akan berpengatuh pada setiap proses kegiatan dan hal yang dilakukan. Perencanaan akan menjadi faktor utama pembenntu kemenangan terasebut.
  1. Pengorganisasian
Salah satu fungsi yang cukup banyak diminati oleh orang dalam menggunakan konsep managemen adalah pengorganisasian yang akan tertata. Ketika menggunkan prinsip manajemen maka pengorganisasian suatu kegiatan akan lebih tertata. Tujuan utama melakukan pengorganisasian adalah untuk mempermudah pemimpin dari suatu kegiatan mengawasi dan mengontrol anak buahnya agar hal yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
  1. Penempatan
Hal ini lebih jauh berhubungan dengan sumber daya manusia yang ada. Penempatan ini akan berhubungan dengan minat kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Pemimpin dari suatu kegiatan akan menentukan tempat-tempat terbaik untuk para pekerjanya agar dapat secara maksimal memanfaatkan bakat dan kemampuannya. Dalam. Hal ini seorang pemimpin harus bisa melihat dengan jelas bakat dan kemampuan masing-masing anggotanya agar bakat dan minat tiap anggota bisa tersalurkan.
  1. Pengarahan
Ini lah salah satu fungsi penting dari sebuah manajemen. Manajemen selalu menjadi pengawas yang penting dalam pelaksanaan setiap kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal yang sedang dilakukan. Dengan memanfaatkan teknik manajemen maka pengawasan terhadap suatu hal menjadi lebih terjaga. Memanfaatkan pengarahan dan pengawasan ini berguna untuk memberi masukan pada sumber daya manusia yang digunakan agar melakukan hal yang sesuai dengan apa yang harus dilakukan. Pengarahan ini juga bermanfaat untuk memberi petunjuk bagi para pekerja atau sumber daya manusia yang digunakan tentang bagaimana cara untuk bekerja.
  1. Pengawasan
Ini adalah fungsi terakhir dan fungsi yang juga sama pentingnya seperti fungsi-fungsi sebelumnya. Dalam pengertian manajemen, manajemen akan bergerak sebagai pengawas karena pengawas merupakan salah satu komponen penting dalam menyelesaikan proyek atau kegiatan yang akan dilakukan. Sama seperti sebuah sekolah yang harus memiliki guru sebagai pengawas murid di kelas, hal ini pula yang harus dilakukan manajemen untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Pengawasan ini dalam bentuk melihat seberapa besar atau seberapa para pekerja telah mengerjakan pekerjaan mereka. Pengawasan ini juga berguna untuk melihat apakah para pekerja sudah bekerja sesuai standart atau malah bekerja dengan cara asal. Karena hal ini lah fungsi pengawasan sangat penting. Pengawasan juga bisa menjadi salah satu penjamin mutu pekerjaan setiap sumber daya manusia yang bekerja di bidang tersebut. Berbagai jenis fungsi yang terdapat pada manajemen adalah fungsi utama yang harus diterapkan ketika melakukan sesuatu. Dengan prinsip manajemen maka setiap kegiatan akan lebih dilakukan. Setiap kegiatan yang menggunakan prinsip ini akan menjadi lebih terkontrol dan lebih baik karena jaminan mutu standart akan terpenuhi.
Penerapan Manajemen dalam Kehidupan Sehari-hari
ManajemenPenerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari
Disadari atau tidak, setiap orang pasti melakukan kegiatan manajemen. Setiap kebiasaan yang dilakukan setiap hari merupakan hasil dari menerapkan ilmu manajemen. Contoh paling sederhana adalah dari cara Anda mengatur keuangan.
Mengelola antara pemasukan dan pengeluaran seimbang. Tidak besar pasak daripada tiang, sehingga akan membebani keuangan Anda. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa setiap hari Anda senantiasa menerapkan ilmu manajemen. Tak melulu soal uang, mengatur waktu juga tak luput dari sentuhan ilmu manajemen di kehidupan sehari-hari. 
Dalam sehari, Anda memiliki waktu selama 24 jam. Dalam kurun waktu tersebut, Anda harus mengalokasikannya untuk kebutuhan istirahat, bekerja, bersantai, dan lain sebagainya. Agar seluruh kegiatan tersebut dapat Anda lakukan setiap hari, dalam kurun waktu yang terbatas, penerapan ilmu manajemen tentu Anda lakukan.